Berikut adalah lima tokoh Kurawa yang terkenal dalam dunia pewayangan Jawa:
Duryudana
Duryudana adalah putra sulung dari Drestarastra dan Gandari, dan merupakan pemimpin dari seratus Kurawa. Ia digambarkan sebagai sosok yang ambisius, tamak, dan penuh dengki. Keinginannya untuk memiliki kerajaan Hastinapura sangat kuat, bahkan ia rela menghalalkan segala cara untuk mewujudkannya, termasuk menipu dan mencelakai para Pandawa. Duryudana sangat membenci para Pandawa karena ia merasa mereka lebih berhak atas tahta Hastinapura. Dendamnya memuncak pada peristiwa perjudian yang menyebabkan para Pandawa harus mengasingkan diri selama 12 tahun dan ditambah 1 tahun menyamar. Karakternya digambarkan dengan kulit berwarna kuning keemasan dan seringkali mengenakan mahkota sebagai lambang kekuasaannya. Duryudana mati di tangan Bima dalam perang Bharatayuda, kakinya diremukkan dengan gada Rujakpolo.
Dursasana
Dursasana adalah saudara Duryudana yang paling setia dan patuh. Ia dikenal karena kekejamannya dan kesediaannya untuk melakukan perintah buruk dari Duryudana. Peran Dursasana yang paling diingat adalah ketika ia menarik jubah Drupadi di depan umum, sebuah tindakan yang sangat menghina dan memicu kemarahan para Pandawa. Dursasana memiliki karakter yang kasar, brutal, dan tidak memiliki rasa hormat. Ia juga tewas di tangan Bima dalam perang Bharatayuda. Bima bersumpah untuk meminum darah Dursasana sebagai pembalasan atas penghinaan terhadap Drupadi, dan sumpahnya itu ditepati di medan perang.
Karna
Meskipun secara teknis Karna bukanlah Kurawa karena ia adalah anak Kunti dengan Dewa Surya sebelum Kunti menikah dengan Pandu, namun ia sangat dekat dengan Duryudana dan dianggap sebagai salah satu tokoh penting dalam kubu Kurawa. Karna adalah seorang ksatria yang sangat sakti dan jujur, namun ia memiliki loyalitas yang kuat terhadap Duryudana karena Duryudana telah memberinya tempat dan kehormatan yang tidak didapatkannya di tempat lain. Karna dikenal dengan julukan Adipati Karna atau Raden Suryaputra. Ia tewas di tangan Arjuna dalam perang Bharatayuda.
Sangkuni
Sangkuni adalah paman Duryudana, saudara dari Gandari. Ia dikenal sebagai seorang ahli strategi yang licik dan pandai menipu. Sangkuni memiliki peran besar dalam menghasut Duryudana untuk melawan para Pandawa. Ia sangat lihai dalam memanipulasi situasi dan menggunakan kecerdikannya untuk keuntungan Kurawa. Peran utamanya adalah dalam permainan dadu yang menyebabkan para Pandawa kehilangan kerajaan mereka. Sangkuni tewas di tangan Sadewa dalam perang Bharatayuda.
Aswatama
Aswatama adalah putra dari Guru Drona, guru dari para Pandawa dan Kurawa. Aswatama dikenal karena kesaktiannya dan dendamnya yang membara terhadap para Pandawa. Ia sangat setia kepada ayahnya dan merasa marah atas kematian ayahnya di tangan Drestajumena. Setelah kekalahan Kurawa dalam perang Bharatayuda, Aswatama melakukan serangan malam yang brutal ke perkemahan Pandawa, membantai banyak prajurit dan anak-anak. Atas perbuatannya itu, ia dikutuk oleh Krishna untuk hidup abadi dalam penderitaan. Aswatama digambarkan sebagai sosok yang sakti namun kehilangan akal karena dendam.
Leave a Reply